Plurk is a social journal for your life, itulah moto plurk, sebuah jurnal sosial untuk hidupmu, dimana kita dapat berbagi kisah hidup kita dengan mudahnya, kepada keluarga, sahabat dan fans. Aku mengenal Dunia Plurk ini semenjak September 2008, dikenalkan oleh seseorang yg pernah menjadi hal terindah dalam hidupku -damn I miss you- tak terasa sudah setahun aku berada disini, banyak sekali pengalaman indah yang kudapatkan dari Dunia yang satu ini, one that maybe you can’t get from another social site like friendster, facebook, or twitter.

Sebelum bergabung di plurk, dulu aku sempat tergabung dalam sebuah komunitas chat mirc yang bernama casciscus, sebuah komunitas yang gemar berbahasa inggris, namun sayang keluarga ini harus bercerai dikarenakan akses chat di intranet kantor diputus dan ada beberapa insiden juga yg menyebabkan ikatan tsb harus diputus, nah sisa-sisa dari komunitas casciscus itulah yang mengawali perkenalanku dengan plurk, dengan tujuan tuk tetap menjaga tali silaturahmi yang kami punya, kami coba lanjutkan ikatan tersebut di plurk, sempat bertahan beberapa minggu namun tampaknya hasilnya tidak terlalu efektif. Okay enough for the past, lets move on
Setahun ngeplurk banyak sekali yang sudah kuperoleh disini, diantara yang paling berharga adalah persahabatan, berkat plurk, aku mendapat banyak kenalan baru, jumlah orang yang bisa kupanggil sahabat bertambah dengan pesat
. Mungkin terdengar agak klise, karena banyak yang mengatakan persahabatan di dunia maya tidaklah real, gak nyata. Tapi faktanya aku justru lebih bisa mendapatkan sahabat sejati melalui dunia yang disebut maya ini. Hal ini dimungkinkan karena intens-nya tingkat pertemuan/kopdar yang dilakukan oleh plurkers khususnya yang berdomisili di jabodetabek. Hampir setiap minggu selalu ada event ketemuan, nonton bersama, wisata kuliner atau hanya sekedar ngobrol berbagi kisah.
Aku masih ingat kisah pertemuan pertamaku dengan beberapa plurkers di Italiano dalam rangka nonton bersama Jiffest pada hari sabtu 6 Desember 2008, disitulah aku pertama kali berkenalan dengan 4 wanita luar biasa yang kelak akan menjadi cikal bakal lahirnya KBB (Keluarga Berang-Berang): Sko, Luvie, Ipied dan Piazola
setelah pertemuan tersebut intensitas percakapan kita baik di plurk maupun di dunia nyata semakin meningkat, dan jumlah plurkers yang tergabung dalam lingkaran persahabatan ini semkin ramai seiring dengan masuknya Merahitam, Kopisusu, Kitty, Lampahleres, Pupusscantik, Roby Kurniawan dll
Dan salah satu yang paling berkesan di plurk ini adalah KBB (Keluarga Berang-Berang), yaitu sebuah keluarga maya yang terbentuk diplurk, berawal dari intensitas seringnya kami bertemu dan ngeplurk bareng-bareng ditambah kebiasaanku memanggil plurkers lain dengan sebutan tertentu seperti tante, nenek dan sepupu, hingga akhirnya tercetus ide untuk membuat sebuah keluarga maya, dan lahirlah KBB ini, kami bahkan sudah membuat pohon silsilah keluarga ini di plurk (gambar terlampir). Meski hanya berstatus keluarga maya, namun di dunia nyata kami cukup dekat dan intensitas pertemuan kami juga bisa dibilang tinggi. Datang dengan latar belakang yang yang berbeda-beda baik itu pekerjaan, domisili maupun usia, namun hal tersebut tidak menyurutkan niat kami tuk bersatu berjuang, wisata kuliner bersama dibawah panji KBB ^_^v

Selain bersenang-senang, kami juga bertekad tuk melakukan sesuatu yang berguna, oleh karena itulah mulai dari 3 bulan yang lalu, Alhamdulillah, kami telah berhasil mewujudkan program Orangtua asuh yang sempat terlontar dari nenek kedua menjadi kenyataan, dengan menyisihkan sebagian dari kelebihan dana yang kami miliki, kami membantu menyekolahkan (saat ini baru satu) anak tidak mampu yang memiliki keinginan kuat tuk sekolah namun tidak memiliki biaya, harapan kami ke depannya program ini bisa berkembang lebih besar dan lebih banyak anak yang dapat dibantu.
Selain KBB, masih banyak juga teman-teman plurkers lain yang setiap hari menghiasi dan mewarnai hidupku, keluarga bebek (eskopi dan kucingkecil), piazola, kopisusu, eks casciscus-er yg masih eksis, rekan-rekan debloggers dan plurkers lain yang mohon maaf ndak bisa disebut semua namanya disini. Tapi intinya I am grateful to know you all (cozy)
satu hal yang menurutku membuat plurk berbeda dengan situs sosial lain semacam facebook, friendster atau twitter adalah plurk lebih nyaman tuk dipakai ngobrol panjang, ngalor ngidul, out of the topic. Karena sistem threadnya mendukung tuk menampilkan percakapan panjang dan lebar. Lalu ditambah dengan sistem emoticon yang membuat percakapan menjadi lebih hidup, terkadang tanpa perlu menulis kalimat panjang lebar, cukup dengan mengetik (cozy) sudah bisa memberikan respon yang bermakna bagi lawan bicara.
Tentunya ibarat kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak, selain memberikan banyak manfaat, plurk juga memiliki efek samping yang cukup mengerikan, yaitu addictive, ibarat narkoba yang katanya kalo dah ketagihan sulit tuk lepas darinya, plurk juga memberikan efek yang kurang lebih hampir sama, aku sanggup gak update status fesbuk berhari-hari tapi sehari tanpa ngeplurk tampaknya sulit. Plurk sekarang dah menjadi kebutuhan pokok seperti makan dan minum, sehari minimal tiga kali (lol). Bangun tidur ngeplurk, dalam perjalanan ngeplurk, lagi kencan ngeplurk, sakit ngeplurk, stress ngeplurk, bahkan mau tidur pun disempatkan buat tret dulu (rofl)
Akhir kata saya juga mengucapkan terima kasih kepada plurkbuddy dkk (meski gak yakin dia bakal baca) atas kerja kerasnya membuat plurk lebih nyaman digunakan. Terutama interface plurk mobile, mengingat saya lebih sering mengakses plurk via mobile, thanks a lot (worship)
Celebrating my 1st anniversary of plurking
^semoga tahun depan statusnya dah berubah jadi married^ (worship)
hehee.. wish me luck (goodluck)
Filed under: New Chapter | Tagged: My world | 4 Comments »